Skip to main content

Posts

Bapak, Emak, dan Jenis Ular Lainnya dalam Hidupku

Recent posts

Air Terjun Haratai, memang Harat Ternyata

Konspirasi Alam Semesta

Sudah dipastikan aku menjadi seorang pembangkang, karena kegelisahanku tak bisa diterima oleh setiap orang yang ada di jengkal mataku. Setiap kataku adalah salah, setiap lakuku dianggap marah, lalu kemana lagi aku bisa berserah? Kepada langit yang dijunjung oleh awan, kepada malam yang dipeluk oleh pahit, kepada diriku sendiri yang dipandang jalang macam binatang. Tuhan . . ., akhirnya aku mengetuk pintu-Mu, meminta perlindungan dari-Mu, walau aku tahu sedari dulu aku terlalu banyak menyakiti-Mu ~ Aku menulis monolog itu ketika aku berada di dalam kapal taksi yang akan membawa ku pergi ke Samarinda. Aku duduk di bagian haluan tingkat dua kapal, memandang cakrawala luas yang hampir senja. Riak air mahakam yang dibelah oleh haluan kapal terdengar jelas walau suara mesin kapal bergemuruh tiada henti. Pepohonan yang tumbuh di sepanjang tepian sungai menggelap ditelan bayangan. Secara sadar aku merasakan sedih mengalir begitu kuat di dadaku, lalu naik menyesak menyerang pernafasanku, air mata…

Segala Urang Cinta Burung Walet

Beberapa tahun belakangan ni, urang kampongku kegilaan dengan burung walet, en’dak tiap urang beisi sarang burun walet, en’dik tekecuali jua dengan bapakku. Memangnya ada apa gerang dengan burung walet? Sejaoh ini yang ku tahu, sarang burung walet tu bila dijual harganya mahal, sebab setiap urang perlu pitis makanya hek salah jua jika bepeliharaan burung walet ni jadi pekerjaan pilihan yang rame diminati. Rumah-rumah disulap jadi sarang burung walet, tanah kosong dibangun sarang burung walet, bahkan ada aja yang hakon diam di rumah halus suapaya sarang burung walet sida dapat jatah lokasi yang lebeh besar. Ini semacam komedi ironis menurutku, jika tiap urang bangun sarang bulung walet, lalu burung waletnya pasti bingung sarang nya mana yang en’dak ditamainya. Alhasil ada ja yang jereh-jereh molah sarang burung walet tapi isinya malah kalong atau burung hantu. Sial memang! Kelakukan bapak dengan sarang burung waletnya tu sudah masuk tarap lover sejati. Inya hakon ngeluarkan pitis bejuta-…

(CERGAM) Anti Jomblo dan Perceraian

Anti Jomblo dan Perceraian
Negara tercinta ini adalah cerminan nyata anti-jomblo dan anti-perceraian, seperti salah satu semboyan yang sangat terkenal adalah “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, walau hingga hari ini masih banyak yang belum punya pasangan dan juga banyak melakukan perceraian.
~ Dua Anak Cukup? Kata emakku tak elok jika cuma punya dua anak saja, sebab rumah bakal cepat sepi apabila anak-anak tadi sudah besar, berkerja, atau berkeluarga punya kehidupan jauh dari mereka. Lalu tiba-tiba suara emakku meninggi ; tak bisa lah emak berharap punya dua cucu saat ini, sebab istri saja kau tak punya! ~ Kisah Bendera Tidak sopan rasanya jika ada yang meminta maaf namun tidak dimaafkan. Saling lah kita berjabat tangan, menyesali kesalahan, memperbaiki hubungan bertetangga. ~ Nasib Laki-Laki Terkadang para perempuan menggunakan kacamata yang sama untuk menilai laki-laki. Dan laki-laki tidak pernah lelah untuk melata pada banyak perempuan. ~ Kisah Pak Badut Di sebuah pesta ulang tahun, Pak…

Cakap Tentang Kerja, Gaji, Cuti, Sambil Minum Kopi

Sudah lama saya tidak jumpa dengan teman saya ini, kira-kira sudah hampir tiga tahun. Saya mengundangnya ke rumah untuk minum kopi sembari mengingat hal-hal yang sudah lalu. Dalam percakapan kami, ia bertanya tentang pekerjaan saya;
Dia : Kerja apa kamu sekarang Lek (panggilan akrab dia pada saya)? Saya : Masih sama Cok (panggilan akrab saya pada dia), kerja di Puskesmas. Dia : (Ketawa) tahan aja ya kau kerja di sana, gajinya besar ya? Saya : (Ikut tertawa) lumayan, walau gajinya sering telat di bayar, kadang dari januari, gajinya baru keluar bulan april. Dia : Sadis ya. Seharusnya di pedalaman seperti ini gaji harusnya lancar jaya. Saya : Seharusnya memang begitu, tapi apalah daya Cok, bukan Pegawai Negri, hanya Tenaga Kerja Honorer (baca : TKK), jadi ya gitu. Dia : Lah, terus kalian para TKK gak perotes apa? Saya : (Ketawa sinis) perotes juga gak ada gunanya Cok, orang katanya dananya memang belum ada. Dia : Terus kalian makan gimana? Saya : Ya pakai nasi, pakai lauk, pakai tangan lah Cok (ke…