Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

Novel Seribu Bangau : Lirih, Rumit & Kental

Jujur saja aku tidak tahu menahu siapa itu Yasunari Kawabata, bahkan namanya sangat asing di telingaku. Namun lewat novel Seribu Bangau ini lah aku sedikit tahu tentang Yasunari Kawabata. Lalu bagaimana ceritanya sampai aku mempunyai novel luar biasa ini. Ceritanya begini : Di tahun-tahun awal aku ngeblog, aku kenal (di Kompasiana) dengan seorang perempuan yang suka nulis fiksi dan juga baca novel tentunya, namanya Endah Raharjo. Beliau juga pernah menulis sebuah novel yang berjudul Senja Di Chao Phraya (2012). Nah ketika tanpa senghaja membaca status beliau di facebook tentang menerjemahkan novel, maka aku pun bertanya tentang novel yang sudah diterjemahkannya. Dan Seribu Bangai ini lah novel pertama yang diterjemahkannya. Okey sekian dulu cerita tentang bagaimana aku bisa tahu tentang novel ini. Kembali ke hal-hal yang membuat aku suka dengan novel Seribu Bangau ini. Seperti kebanyakan novel-novel Jepang yang pernah kubaca, Seribu Bangau juga masih menghadirkan kesan tradisional yang k…

Mabuk Kursi Merah

Sudah sejak lama aku berada di ruang ini, ruang dengan dinding berwarna krem, serta pencahayaan yang sahdu bagai sepasang mata yang mengantuk. Sudah sejak lama, hingga aku tidak bisa mengingatnya. Namun walau pun demikian aku masih bisa mengingat beberapa hal yang terjadi tidak lama ini, terjadi tepat di depanku, hanya berjarak jengkal atau bahkan terkadang tidak berjarak sama sekali. Dia seorang perempuan, perempuan yang memiliki aroma harum semerbak bunga-bunga mekar di taman surga. Harum aromanya begitu kuat, sampai-sampai menempel di tubuhku berhari-hari lamanya. Jelas saja aku tidak mengeluhkan aroma harum itu sebab aku sangat menyukainya, ya benar-benar menyukainya karena aroma itu seakan membawa kenangan masa lalu yang masih terlukis samar di ingatan. Seingatku perempuan itu bernama Bamega. Demikianlah laki-laki itu memanggilnya. Tapi setelah ku pikir-pikir apa pentingnya nama perempuan itu, sebab nyatanya aku tidak akan pernah bisa menyebutkan namanya, mencipta suara hingga berg…

KAMU : Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

Di tahun 2016 ini saya jadi sangat optimis untuk menyemangati diri sendiri, rencananya setiap bulan saya harus bisa membaca 1 buku dan menulis review tentang buku yang saya baca tadi. Nah di awal tahun ini tepatnya di bulan Januari ini saya baru saja selesai membaca 1 novel yang menurut saya memiliki nuansa cerita yang jarang sekali saya temukan. Novel ini berjudul KAMU : Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya. Ditulis oleh Sabda Armandio dan diterbitkan oleh Moka Media. Membaca buku ini mengingatkan saya pada cerita-cerita yang ditulis oleh Haruki Murakami, walau cerita dalam buku ini tidak seliar cerita-cerita Murakami. Novel ini banyak sekali menampilkan hal-hal surealis yang bakal bikin pembaca mengerutkan kening sekaligus penasaran “Akan dibawa kemana cerita selanjutnya!.” Tokoh utama dalam novel ini adalah Aku, si Aku ini memiliki seorang teman yang bernama Kamu dan si Kamu ini jatuh cinta pada seorang perempuan yang bernama Permen. Dari 3 nama tokoh ini saja kalian pasti sudah mengeru…