Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Pamit

Sewindu pun tak ada artinya, apalagi untuk masalah hati dan cinta. Bahkan langit yang berwarna jingga, tak mampu khusuk mempertahankan megahnya. Angin laut menggeraikan rambut, menyingkap tabir pilu yang mungkin sulit berlalu. Leher jenjang putih itu terlihat memesona, bibir merah indah merona. Tapi yang diperlukan cinta bukan kedua hal itu. Cinta hanya perlu satu hal, yang hanya bisa didapatkan dengan banyak hal. Hal-hal yang sulit untuk dipahami. Narsih tak habis pikir, jikalau di langit cerah membiru, kadang petir bisa datang menyerbu. Jemari tangan yang digenggamnya erat pada akhirnya harus terlepas dengan hiasan rintik hujan. Perih memang, sakit memang, dunia terasa tak berarti lagi, hari-hari tak punya arti. Dan coba diputuskannya untuk menunggu malam, siapa tahu tata letak bintang dan rembulan bisa berubah. Tangis tumpah, tak kunjung sudah. ___ Kemerah-merahan semburat muncul di langit sebelah timur. Tanda-tanda matahari segera terbit, mencipta pancaran horizontal pada garis cakraw…

O Bukan Hanya Sekedar Parodi Cinta Monyet atau Anjing

Saat mengetahui bahwa novel terbaru Eka Kurniawan adalah sebuah fabel, saya cukup kaget dan juga penasaran. Fabel macam apa yang akan disuguhkan oleh Eka Kurniawan, mengingat novelnya yang berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas terbilang sangat dewasa dan vulgar.  Bagaimana tidak sebab yang dibicarakan dalam novel terdahulunya itu tidak lain adalah 'burung'. Lalu apakah fabel yang ditulisnya ini berupa konsumsi anak-anak? Setelah membacanya hingga tuntas, saya rasa tidak, tidak untuk anak-anak.Gaya bertutur Eka Kurniawan dalam novel O ini masih sama seperti novel Seperti Dendam. Cuma kali ini ceritanya sangat banyak dan panjang. Bisa dibilang cukup mengesalkan dalam artian positif.  Setiap satu BAB ada banyak hal yang diceritakan, dan setiap cerita itu dipotong dibagian serunya lalu dirubah kecerita lainnya. Ujung-ujungnya kan penasaran! Tapi walau pun demikian, Eka Kurniawan tidak memberi jeda diantara cerita-cerita tadi terlalu jauh, sehingga masih mudah diingat…

Terjebak Dalam Dunia Haruki Murakami

Buku Haruki Murakami yang pertama kali saya baca adalah 1Q84. Ini merupakan karya paling tebal yang pernah ditulis oleh Murakami (setahu saya),  terbagi atas 3 jilid paling aneh yang pernah saya baca. Namun kata aneh itu tidak membuat saya berhenti untuk membacanya. Aneh adalah hal paling biasa dan sering dijumpai dalam karya-karya Murakami. Bahkan untuk sebuah novel paling biasa yang pernah ditulisnya macam Norwegia Woodsekali pun, keanehan itu masih sangat kentara rasanya. Namun dibalik rasa aneh itu terdapat sebuah gaya tarik yang tidak bisa saya jelaskan. Pada intinya saat membaca karya Murakami muncul perasaan nyaman dan asik saja. Mungkin inilah yang saya sebut sebagai, terjebak dalam dunia Murakami.Dunia Murakami merupakan dunia yang penuh dengan kesepian, kesuraman, dan ketidak jelasan. Setiap kali membaca karya Murakami jangan terlalu berharap dengan sebuah ending yang luar biasa, sebab inti dari membaca karya Murakami adalah menikmati isi dan proses. Nah, inilah anehnya kary…

Harimau Putih Serupa Angsa Hanyalah Lelaki Harimau

Nama Eka Kurniawan memang sudah menjadi kualitas sebuah novel yang ditulisnya. Dan itu memang terbukti dari semua novel yang pernah ditulisnya, walau pun jarak terbit antara satu buku ke buku lainnya sangat jauh dan lama. Mungkin itu semua dilakukannya untuk menyuguhkan bacaan yang bagus, unik, dan luar biasa.Kali ini Eka Kurniawan membawa pembaca kesebuah perkampungan dengan kisah yang penuh intrik dan agak rumit. Lelaki Harimau menawarkan sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan. Mengapa bisa demikian? Berikut ulasannya.Pembuka novel ini diawali dengan sebuah kalimat sensasional dimana kalimat itu merupakan inti dari keseluruhan cerita yang akan diceritakan. Tidak tanggung-tanggung, yang diperlihatkan oleh Eka Kurniawan diawal kalimat merupakan ending dari cerita. Lalu apakah setelah itu isi novel ini malah menjadi membosankan? Saya rasa Eka Kurniawan punya formula jitu yang membuat pembaca tidak mau berhenti membaca novel ini hingga halaman terakhir.Senja ketika Margio …

Saat Perasaan Dilampiaskan Lewat Sebuah Roman Yang Mengharu Biru

Di dunia ini ada satu kisah yang selalu diceritakan kembali namun tidak pernah bosan untuk diceritakan. Sejak manusia masih berada di taman surga hingga akhirnya dilempar ke dunia, itu pun terjadi karena rasa cinta. Jadi bohong jika di dunia ini ada manusia yang tidak memiliki perasaan itu. Tetapi tidak sedikit dari manusia yang mengutuk cinta, ini adalah orang-orang yang mengalami patah hati. Dan tidak sedikit juga manusia yang memuja cinta, jelas ini orang-orang yang mabuk asmara. Namun sesering apa pun sumpah serapah yang dikutukkan atas cinta tetap saja suatu ketika cinta itu tumbuh kembali, bangkit, dan bergelora di dalam dada. Demikianlah pada akhirnya kutulis roman  penuh makna yang akhirnya aku beri judul MAHAKAMA. Sebelum kujelaskan apa itu Mahakama,aku akan menceritakan sedikit tentang alasan utama mengapa akhirnya lahir roman ini. Jelas jawabannya masih berhubungan dengan kisah cinta yang aku alami yang kemudian terhenyak akan sebuah tanya oleh belahan jiwaku. “Apa yang kamu s…