Skip to main content

Budi Darma & Orang-Orang Bloomington

Banyak yang merekomendasikan buku ini, dan kini aku pun ikut-ikutan merekomendasikan buku ini pada kalian semua. Ini bukan novel, ini kumpulan cerita, semuanya ada tujuh cerita, dan tak satu pun cerita dalam buku ini yang bisa dikatakan pendek, demikian juga tak ada cerita dalam buku ini yang bisa dikatakan jelek, semuanya luar biasa dan terkadang terasa menampar saat membacanya.

Semua cerita dalam buku ini bercerita tentang kehidupan orang-orang di Bloomington, seperti judulnya, namun tak satu pun dari tujuh cerita ini yang menggunakan judul itu, dan jelas ini bukan masalah. Tema cerita yang diangkat terkadang sangat sederhana, tentang kehidupan sehari-hari, sifat manusia, dan kodrat dari sebuah kehidupan. Jujur aku sangat menikmati semua cerita yang ada, sangat sederhana tapi sulit ditemukan di buku-buku yang lain.

Semua cerita menggunakan sudut pandang orang pertama, dan setiap tokoh pembantu yang ada dalam buku ini punya karakteristik yang sangat kuat, hampir semua memberikan kesan yang mendalam, dan terkadang membuat kesal bukan kepalang.

Awal membaca buku ini aku terkesima dengan kisah yang berjudul ; Laki-laki tua tanpa nama. Diceritakan tokoh utamanya penasaran dengan laki-laki yang tinggal tak jauh dari tempatnya, laki-laki itu sering memainkan senjata api lewat jendela. Rasa penasaran itu semakin menjadi dan akhirnya menjadi sebuah perasangka buruk yang semakin berkembang. Dalam hidup, kita sering melakukan hal macam ini, berawal dari penasaran, dan memerhatikan apa yang orang lakukan, lalu mulai berspekulasi tentang orang itu, dan celakanya kebanyakan hal itu sebenarnya hanya karangan alias fantasi kita sendiri atas apa yang kita lihat, dan kebenarannya masih dipertanyakan.

Aku juga sangat suka dengan salah satu cerita yang berjudul Yorrick. Dalam certa ini kita dipaksa untuk membenci sebuah karakter lewat pemaparan tokoh utama, padahal jika dipikir-pikir, tokoh utama tidak bisa dikatakan lebih baik daripada Yorrick itu sendiri. Hanya saja ia tidak seberuntung Yorrick. Kadang hidup juga terjadi demikian, ketika kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin dan mengorbankan banyak hal untuk sesuatu yang kita idamkan, tapi sekeras apa pun berusaha hasilnya selalu nihil. Lalu tiba-tiba orang lain dengan mudah mendapatkannya, dan jelas itu sangat mengesalkan bukan.

Buku ini ditutup dengan kisah yang menurutku sangat tragis. Judulnya Charles Lebourne. Ini tentang seorang anak yang tak pernah berjumpa Ayahnya sebab sejak kecil Ayahnya meninggalkan Ibunya. Sang Ibu selalu bercerita tentang keburukan sang Ayah. Suatu hari tanpa senghaja sang anak menemukan Ayahnya dan keinginan untuk balas dendam pun muncul. Sang Ayah yang bernama Charles Lebourne itu memang sangat bejat dan mengesalkan tapi hingga akhir cerita tetap saja sang anak mencoba menjadi anak yang baik walau pun itu dengan keterpaksaan. Kadang dalam hidup kita bisa memilih banyak hal, sekaligus tidak bisa memilih beberapa hal yang ingin kita pilih, contohnya memilih orang tua, jelas itu tidak mungkin. Tak ada yang mau punya orang tua bejat, serta terlahir sebagai anak haram, namun jika takdir berkata demikian apa yang bisa dilakukan.

Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari buku ini, mulai dari tak mungkin kita bisa menjadi sama seperti orang lain sebab mereka bukan kita, kita bukan mereka. Jika ingin hidup tenang cobalah untuk tidak mendengar atau mencari tahu sesuatu yang tidak perlu kita ketahui, karena hal-hal macam itu hanya akan membuat hidup jadi menderita. Jangan suka berperasangka kepada orang lain, belum tentu kita lebih baik daripada mereka. Dan banyak hal lagi. Bagiku buku ini sangat luar biasa, dibaca ulang pun kisah-kisahnya tetap mengilhami, jarang aku temukan buku fiksi karya orang Indonesia yang sebagus ini.

Sekali lagi dalam hidup ini memang ada banyak cerita tentang orang-orang, seperti buku ini tentang orang-orang Bloomington, jadi jangan terlalu dianggap serius dan ambil pusing, nikmati saja hidup dan perhatikan hidup kalian masing-masing, sebab belum tentu hidup kalian itu benar-benar beres. Ya begitulah. Kalau tidak setuju juga tak apa, itu urusanmu bukan urusanku!

Comments

Popular posts from this blog

Pengakuan Anton Chekhov dalam cerpen-cerpennya

Siapa itu Anton Chekhov?  Mungkin itu pertanyaan awal yang terlintas di benak kalian semua. Sebagai sebuah pembuka tulisan ini, aku akan menjelaskan sedikit tentang lelaki yang ternyata menutup usianya  di usia 44 tahun.Anton Chekhov adalah seorang sastrawan asal Rusia yang sangat banyak menulis cerpen. Di dalam buknya ini dia sampai disebut sebagai Raja Cerita Pendek. Kebanyakan cerpen yang ditulisnya memang sangat pendek, bahkan ada yang hanya terdiri dari 6 paragraf saja seperti cerpen yang berjudul Lobak. Namun ada juga yang terlampau panjang seperti Wanita Dengan Anjing.Dia mulai mengirim cerpen-cerpennya ke majalah humor pada saat dia tinggal di Moskow untuk meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Moskow.  Tujuan awalnya untuk membantu keuangan keluarganya. Namun setelah lulus dan mulai menekuni karir sebagai dokter, dia malah semakin tertarik pada dunia sastra.Dalam buku kumpulan cerpen yang berjudul Pengakuan ini, Anton Chekhov banyak membahas tentang kehidupan so…

The Seven Good Years : Cara Edgar Keret Menertawakan Hidup

Sebelum membaca buku ini, aku sudah cukup sering membaca cerpen-cerpen Edgar Keret di blog-blog yang dengan baik hati sudah menterjemahkan cerpen-cerpen tadi ke dalam bahasa Indonesia. Cerpen Keret terkenal sangat pendek, lucu, dan tentunya mempunyai olok-olok jenaka tentang hal-hal yang berbau politik serta hal-hal lainnya mengenai perang. Walau banyak juga ia menulis tentang hal lainnya. Keret adalah seorang Yahudi yang  tak mau pindah dari asalnya, Israel. Ia hidup di daerah konflik, namun pandangannya tentang itu tergolong unik, ia sangat kritis terhadap pemerintah, terhadap perang. Karena baginya perdamaian melampaui batas agama, bangsa, dan negara.Di dalam buku ini Keret bercerita tentang pegalaman hidupnya selama 7 tahun, hal ini dimulai ketika anaknya Lev lahir. Ia membuka cerita-cerita dengan sangat lucu, seperti memperolok dirinya sendiri, bahkan ia bisa membuat hal-hal yang menyedihkan atau semacam bencana mengerikan menjadi sesuatu yang santai serta lucu. Seperti saat istr…

Bersama Gaspar, Sabda Armandio Mencoba Jadi Penjahat

Membicarakan Sabda Armandio hampir sama dengan membicarakan hal aneh yang jarang kalian temui di kehidupan nyata, namun sangat asik untuk dibahas. Pada mulanya aku membaca novel pertama Sabda yang berjudul; Kamu (Cerita yang tidak perlu dipercaya)—novel itu sungguh punya cover yang bagiku sangat tidak menarik dan punya judul yang terkesan tidak penting (ini menurut seleraku lo ya!). Seolah ada kekuatan magis yang  dimiliki novel itu, tiba-tiba saja keinginan untuk membaca novel itu timbul begitu saja. Ya semacam orang yang tercebur ke laut, mencari pegangan agar tidak tenggelam. Dan novel Kamu tadi seolah berbinar bagai penyelamat—hahaha ini terlalu berlebihan.
Berawal dari kesan novel pertamanya itulah aku jadi sangat bersemangat untuk membaca novelnya yang lain. Ketika sedang membaca sebuah tulisan di blognya Bernard Batubara tentang tiga buku yang sangat ditunggu oleh Bara tahun ini, semangat menggebu membakar sukma itu kembali berkobar, sebab salah satu dari tiga novel yang dibicar…